Doing what you love is freedom. Loving what you do is happiness


Welcome to my blog..
It's about my life, love, hope, and whatever crossed in my mind..
Enjoy your stay.. :)


Tuesday, January 17, 2012

The Clock is Ticking

Berdasarkan pengalaman di 2011, secara tidak sadar aku membuat standar tersendiri untuk kriteria wanita yang sekiranya akan menjadi pendamping hidupku kelak. Salah satunya adalah aku menginginkan seorang wanita Katolik, dibesarkan dengan pendidikan Katolik, dan lulus dari universitas ternama (sampai saat ini) di Bandung.

Dan tanpa disangka, seorang wanita yang tidak sengaja muncul di kehidupanku. A Total Stranger. Dia adalah salah satu kru organizer yang mengurusi pameran wedding. Well, pertama memang karena parasnya yang manis yang membuat aku tertarik, tapi kemudian setelah melalui penyelidikan dari CIA (Cenral Intellegence Arief :p) berbekal sebuah nama, akhirnya aku berhasil menemukan akun facebook dan twitternya.
Hasilnya mengejutkan, ternyata dia memenuhi 3 kriteria di atas tadi.
Hmmm.. apakah ini pertanda?

Siapakah gerangan dirimu wahai wanita berlesung pipi bersepatu teplek warna krem?

Wednesday, January 04, 2012

The Moment of Truth

Dan tanpa disangka-sangka, di tengah pillow talk pagi ini dengannya, aku menjelaskan semuanya.
Katanya setelah mendengar ceritaku, "Pilihan sulit antara kamu sama dia. Walaupun kamu bukan jadi pemenang, tapi kamu ..." *ga kedengeran, aku berusaha menahan air mata*
Tapi setelah itu semua terasa ringan.. It feels much, much better.
Aku jadi memikirkan bagaimana kami ke depannya setelah "moment of truth" ini.
Aku tidak ingin kehilangan dia. Di hati ini masih ada cinta yang sangat besar untuknya.
Jadi, biarkan aku tetap ada di sisimu, di saat-saat sedihmu, supaya kamu bisa senyum lagi.

Saturday, December 31, 2011

Menutup 2011

2011 merupakan tahun yang penuh warna, tahun yang membuat aku jadi manusia yang lebih bermakna, setidaknya bagi diriku sendiri.
Pencapaianku tahun ini yang cukup remarkable antara lain bandku, Astree and the Leaves, ngeluarin mini album. Siapa yang ga senang bisa nampang di cover album.. hihihi.. :D
Lalu, dari seegi finansial, tahun ini merupakan tahun dimana pendapatanku paling besar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Semoga bisa ditingkatkan, atau paling ga dipertahankan untuk tahun 2012.

Di sisi lain aku merasa kalo tahun 2011 adalah tahun "tidak jodoh", antara lain ada 4 job di Bali yang ga bisa diambil karena udah ada job duluan di Bandung. Selain itu wanita idamanku setahun ini juga udah "diambil" sama orang lain. Terakhir, aku melewatkan tawaran untuk tur liburan sambil bermusik di Eropa hanya gara-gara sang pemberi tawaran mengontak aku di nomor yang salah. Well, at least untuk di tahun 2012 nanti aku akan lebih siap untuk menerima segala kesempatan yang datang. Seperti dikutip dari Pengkotbah 3:11, Semua indah pada waktunya...

Happy New Year! :)

Sunday, December 04, 2011

Benny Rietveld



Salah satu bassist favorit gw namanya Benny Rietveld. Dulu jatuh cinta pada pandangan pertama waktu dia main sama Carlos Santana di DVD konsernya Santana yang Supernatural. Mainnya jago, cool, trus groovy.
Sejak saat itu gw ngefans sama dia, segala yang meng-endorse dia gw googling, dan jadi cita-cita "harus punya" mulai dari Ibanez BTB, Azola Bass (ini sih ga kebeli... $3000 bo..), sampai efek bass Zoom (nah, yg ini punya, kado ultah dari Andre).
Prestasinya antara lain menang Grammy 8x dan Latin Grammy 3x. Uwow!

Satu yang bikin gw amazed karena dia punya darah Indonesia. Orang tuanya kalo ga salah sempat tinggal di Surabaya. Mereka lalu pindah ke Belanda dan Benny Rietveld lahir di sana.

"Born of Indonesian descent, Benny’s life journey began with a road map of twists and turns. The Rietveld family fled from Indonesia just prior to his birth, fearing for their lives when the Sukarno regime took control of the region. As a result, Benny was born in Holland, a political asylum taking in refugees from Indonesia."
- Bass Musician, Sep 2010 -

Harusnya jadi pemain naturalisasi ya... :p

Ini salah satu karyanya yang groovy. Check this out.. :)
Pengen tau lebih banyak? Mampir ke www.bennyworld.com :)

Saturday, December 03, 2011

Be Strong, Feira..

*Bangun pagi, liat FB.
"Lady in White in a relationship with ... "

...

*Get my remote of life*
*Choose heart, press pause*



For all that we've been through,
I'll cherish every moment.
Because with you, I feel love.

Saturday, November 26, 2011

You, Me, Multiplying

Seorang kawan, lebih tepatnya "senior" gw di dunia permusikan Bandung berbagi denganku. "Rif, nikah jangan ditunda-tunda. Kalo nunggu kaya dulu baru nikah mah ga akan nikah-nikah. Rejeki ngikutin kok.. Bener!"

Sepuluh tahun yang lalu gw kenal sama dia. Saat itu dia belum menikah. Bandnya lagi seru-serunya bawain musik latin di kafe-kafe Bandung. Sampai akhirnya bandnya bubar karena vokalisnya meninggal, kecelakaan. Setau gw sejak itu dia jadi session player yang sering manggung dan terkenal karena permainan "Fusion"nya. Beberapa kali maen bareng di acara wedding, dan terakhir tahun 2007 gw maen bareng dia ngiringin audisi salah satu kontes nyanyi.
Sampai pada pertemuan beberapa minggu yang lalu yang membuka obrolan ini. Kebetulan drummer Forentrie ga bisa main, jadi pilihan jatuh ke dia.

"Saya hidup dari musik, ga ada sampingan lain. Dari musik saya bisa punya rumah, mobil, dan punya 3 anak. Gimana ceritanya coba buat musisi kaya saya yang ga punya album bisa dapetin itu semua? Saya pasrah sama Tuhan, dan rejeki mah selalu ada. Waktu punya anak pertama saya dapat tawaran manggung long trip di Singapura. Terus, waktu istri saya hamil anak ketiga, bingung gimana biaya ngelahirinnya nanti. Taunya dateng tawaran untuk shooting acara semacam Tukul di ANTV. Kontrak selama satu setengah tahun, dapet 150jt. Coba.. apa bukan berkat Tuhan namanya?"

Aku hanya bisa manggut-manggut, terpesona mendengar ceritanya.

"Cuma memang saya telat nikahnya. Yah, memang susah menemukan pasangan hidup yang mengerti akan kehidupan musisi. Tapi namanya berkeluarga, memutuskan hidup bersama, susah-senang ditanggung bersama. Musisi kan pendapatannya ga pasti, kadang gede, gede banget, kadang malah sama sekali ga ada. Di situlah dibutuhkan pasangan hidup yang mampu mengerti. Jangan sayangnya pas ada duit aja.."

...

Aku merasa bahwa ada hubungan alam bawah sadar antara aku sama Lady in White. Bulan ini bisa dibilang bulan dimana pendapatanku paling besar selama ini. Tak disangka ternyata dia juga begitu, tadi di bbm katanya hari ini bisa bawa pulang 1jt dari praktek sorenya.
Kalo dibikin rumus setelah nikah:
Aku + Kamu tidak sama dengan rejeki kamu + rejeki aku
tapi...
Aku + Kamu = 2 x (rejeki kamu + rejeki aku)

Aku percaya. Pasti bisa jika kita pasrah pada kehendak Tuhan.

Thursday, November 24, 2011

I Love My Job 4 - "You give us blood, we give you music" :D

Tidak selalu dengan kemewahan, job gw kadang-kadang berada dalam koridor yang biasa-biasa saja. Namun selalu ada hal unik yang bisa diceritakan di sini.
Minggu lalu ada tawaran main di acara donor darah di Metropolitan Mall, Bekasi. Karena jatuh di weekdays, tawaran tersebut langsung diterima. H-1 panitianya menghubungi untuk negosiasi fee, harga kita ditawar setengahnya *tepok jidat*, alasannya karena ini acara amal.. *straight face*. Akhirnya setelah diskusi panjang bersama Andre dan Max, disepakatilah harga sedikit di atas tawaran itu.
Pertimbangan gw sih, ini kan acara amal, kalo (amit-amit) suatu saat gw kenapa-kenapa trus butuh darah n taunya ga ada karena "kualat" gara-gara duit beberapa ratus ribu rupiah kan beteee... >.<

Kemarin gw berangkat dari rumah jam 7 pagi, nyamper Max, dan sekitar jam 8.15 meluncur ke Bekasi. Jam 9.45 kita sampai di TKP, trus cari tempat acaranya buat sound check jam 10. Ternyata acara ini merupakan bagian dari kegiatan menyambut Hari Kesetiakawanan Nasional 2011. Pas kita dateng orang-orang udah pada ngantri buat daftar. Kita manggung 2 sesi, masing-masing 45 menit menghibur orang-orang yang lagi ngantri. Lucu juga karena dari atas panggung bisa ngeliat orang-orang yang lagi donor darah. "You give us blood, we give you music.." :D
Oya, di acara ini juga hadir Putri Indonesia 2011 Maria Selena (uuuu... tinggi, putih cantik... *kedip2*)

Dari awal gw punya niatan buat ikutan donor darah karena penasaran, seumur-umur belum pernah donor. Terakhir ada kesempatan donor darah waktu SMA, berat badan gw kurang jadinya ga bisa :p
Setelah memastikan Max bakal nyetir pulang ke Bandung, gw daftar buat ikutan donor darah.
Pertama registrasi, trus cek tensi & golongan darah. Sekitar 5 menit nunggu, nama gw dipanggil.
Well it's kinda funny ngegoler di tengah-tengah mall gini. Max sama Andre yang ikut nemenin juga nampak penasaran. Akhirnya saat itu datang juga...

Perawat menusukkan jarum ke lengan kiriku. Dari muka Max, terlihat bahwa jarum itu "tidak kecil", dan Max menunjukkan gesture "lemes" pas ngeliat darah mulai keluar dari lenganku. Rasanya lucu, lenganku berdenyut-denyut saat darah terpompa ke labu darah. "Venanya kecil." kata perawat itu. Tidak terasa si perawat mulai sibuk, sepertinya sih sudah beres. Sambil berbaring gw liat big screen, udah 202 labu darah yang terkumpul. Setelah selesai, ternyata tidak seperti yang gw bayangkan. Badan gw biasa-biasa aja, ga pusing ataupun lemas.
Hal yang lucu saat gw dan max menuju meja registrasi untuk mengambil konsumsi dan kartu donor darah. Seorang bapak di depan kami memegang lengannya. Darahnya muncrat-muncrat dari bekas suntikan di lengannya. "Mbak.. mbak.. ini gimana ya?", katanya agak panik. Gw yang jalan di dekat dia berusaha menghindari "muncratan" darahnya, sedangkan max langsung soak dan duduk di kursi ngeliatin darah yang muncrat ke lantai.

Before...


After...


Itulah sedikit cerita manggung gw kemarin. Pengalaman baru yang unik dan menyenangkan. Kapan lagi coba manggung sambil beramal dengan nyata. Mungkin yang gw kasih ga seberapa, tapi pastinya akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan. :)

Musician's Day

Hari ini dapet BM yang pengen gw share di sini..

If you ask yourself why musicians charge so much for performances. We don’t get paid vacation, we don’t get paid sick days, we don’t get bonuses for outstanding performances nor for Christmas. We don’t have insurance plans nor do we qualify for unemployment. We sacrifice our family on special days so that we can bring …happiness to others. Illness or personal affairs are not excuses for a bad performance. Next time you ask, remember that musicians are musicians because of the love of music, but that love doesn’t pay debts. Happy Musicians Day!


almost 10 years, and still counting... \m/

Btw, ada postingan lucu nih..
http://9gag.com/gag/690334